Asiknya kalau bisa sering-sering nonton film berbobot yang seru dan GRATIS!!
Apalagi kalau kita bisa sesuaikan tingkat kenyamanan pengalaman menonton kita dengan snacks, bantal dan bean bags.
Yup, di Saturday Program kita sudah beberapa kali diberikan 'privilege' untuk bisa menikmati ini semua. Kebetulan, tanggal 29 Oktober kemarin kita menyaksikan satu kisah nyata dari kehidupan seorang peselancar professional Bethany Dillon yang pantang putus asa walau keadaan seringkali seakan memerintahkannya untuk menyerah saja.
![]() |
Kisah ini dimulai dengan gambaran kehidupan seorang Bethany yang baru berusia 17 tahun yang sangat suka berada di dalam air, untuk berenang dan beselancar di pantai Hawai, tempat kediamannya. Kehidupannya yang bersemangat seringkali membuat orang-orang disekitarnya pun ikut bersemangat. Diapun bukan anak yang malas ke gereja, sejak masa mudanya, ia mengasihi Tuhannya. Suatu kali, dalam persekutuan anak muda yang ia datangi, ia mendengar firman bahwa seringkali, ketika kita tidak dapat melihat sesuatu dengan jelas, kita perlu mengambil perspektif yang tepat - seringkali kita tidak mengerti dari sudut pandang Tuhan, penulis kehidupan itu sendiri.
Pengalaman yang kemudian didapatnya, sungguh membuatnya mengalami arti pesan yang ia dapatkan tadi. Ketika sedang berisitirahat diatas papan selancarnya, tiba-tiba seekor hiu besar mengiggit habis sekujur lengan kirinya. Walau tegar, ia hampir meninggal karena kehabisan darah. Namun dengan pertolongan cepat dan sigap, Bethany dapat tertolong dan kini terbaring di rumah sakit dengan wajah pucat.
Pertanyaan pertama yang muncul dari tubuh mungil ini adalah "Kapan ia boleh kembali ke air". Ia tidak menjadi takut, atau trauma dengan laut dan ikan hiu, tapi semangat dan passionnya yang besar untuk berselancar membuatnya kemudian dapat kembali berselancar dengan satu tangan, walau tidak se-pro sebelumnya.
Namun secara bertubi-tubi tantangan ia hadapai, karena suka atau tidak, keadaan tidak sama lagi, dan kerja keras extra harus ia lakukan. Iapun sempat menjadi hancur dan mempertanyakan 'nasib'nya ini kepada Tuhan. Dari ego dan ambisi seorang Bethany untuk menang, akhirnya Bethany ingin berserah pada Tuhan, dan memilih untuk mengambil waktu untuk bersama-sama teman sepersekutuannya pergi ke Thailand, untuk mission trip. Di mana diwaktu yang sama baru saja terlanda bencana Tsunami 2006.
Disana ia menemukan kembali arti hidup, bukan saja untuk menang berselancar, tetapi membagikan hidupnya, kasihNya kepada orang-orang disekitarnya yang membutuhkan. Semangat dan kerja keras Bethany kembali muncul dan walau diakhir cerita ia tidak memenangkan kompetisi selancar yang ada, tapi bagi seorang Bethany, ia menang melawan cobaan dan tantangan hidup yang sempat membuatnya meragukan Tuhan. Dengan kekuatan dari Tuhan, Bethany kembali hidup dengan penuh semangat. Ia berkata, "dengan hanya satu tangan, ia kini dapat menjangkau lebih banyak orang, daripada ketika ia memiliki dua tangan yang lengkap".
Bagaimana dengan kita?
Jangan lewatkan movie nite selanjutnya, 12 November 2011, jam 5 sore!
Replique Xpress



