Replique Annual Celebration
Lenong Serbaneka "Si Ucup Anak Babeh"
24 September
Princess Theatre, door opens 5pm, show starts 7pm
Thanksgiving Sunday
...looking forward to each of them, make sure you don't miss out! ^^
- 14 AgustusPujasera
30 Juli
Contact: Iin (0422785816)
![]() |
Youth Camping story at Wivenhoe Dam
Hi guys, masih ingat kegiatan camping kita yang diadakan baru-baru ini kan? Well, pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas kembali mengenai kegiatan kemah kita yang berlokasi di kolam terbesar se-Queensland bernama Wivenhoe Dam (WD) pada tanggal 20-22 Mei 2011.
Kegiatan kemah kali ini diadakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan gereja kita, ditujukan untuk kaum muda dan keluarga, guna menyegarkan kembali tubuh dan pikiran yang telah penat akibat kegiatan sehari-hari, selain itu kemah kali ini bertujuan untuk memberikan nuansa baru pada kegiatan-kegiatan rutin kita di akhir minggu, such as X-cell, kebaktian kaum muda dan umum. Liputan ini akan bercerita tentang Youth Camp-nya, sedangkan untuk family camp, akan ada di kolom lainnya.
Pada kemah kali ini, para peserta dibagi menjadi beberapa kloter. Kelompok pertama berangkat pada hari Jumat pukul 2 siang, yang terdiri dari beberapa muda-mudi yang penuh semangat dan beberapa yang sudah tidak muda lagi namun masih merasa diri mereka muda, beserta segelintir rombongan keluarga. Setelah kloter pertama lengkap, para peserta segera merayap menuju ke TKP, dan perjalanan ditempuh selama kurang lebih 1.5 jam.
Sesampainya di lokasi kejadian, para pemuda-pemudi tangguh di kloter pertama segera mendirikan tenda-tenda yang akan menjadi hotel bagi mereka selama 3 hari tersebut. Diiringi dengan doa dan keyakinan yang kuat, pada akhirnya berdirilah 3 buah tenda yang menjulang dengan kokohnya di pinggir WD.
Selanjutnya kegiatan di hari pertama pun dilanjutkan dengan makan bersama dan menu andalan para peserta kali ini adalah kebanyakkan sushi yang telah dipersiapkan sendiri oleh masing-masing peserta sebelumnya dan juga sepanci air dicampur daging yang dipanaskan plus tambahan rempah-rempah, a.k.a. sup maling yang dimasak langsung di tempat kemah.
Setelah memperoleh supply energi, para peserta melanjutkan kegiatan dengan jalan-jalan sore mengitari WD. Di akhir hari pertama kegiatan, seperti layaknya acara kemah pada umumnya, para peserta mulai mengadakan ritual wajib, yaitu nongkrong dan ngobrol, dan diakhiri dengan kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat. Namun di malam yang damai tersebut, terdengarlah bunyi paduan suara yang memecah keheningan malam berasal dari tenda peserta cowok, yang jauh dari kategori merdu dan amat sangat tidak layak untuk mengikuti ajang Aussie’s Got Talent, alias suara ‘ngorok’.
Pengalaman di hari keduapun tak kalah serunya, walaupun diiringi dengan adanya isu ‘kiamat’ alias rapture, namun hal itu tidak menjadikan para peserta kemah kehilangan semangat untuk tetap meneruskan kegiatan. Setelah menyantap sarapan berupa makanan sejuta umat yang dikenal dengan nama Indomie, para peserta kemah memulai aktifitas yang memiliki dwi-fungsi, melatih otot kaki sekaligus memompa perahu karet. Walaupun hasil akhir perahu-perahu karet tersebut tidaklah semegah kapal Titanic, namun ternyata sanggup untuk dipakai mengarungi WD dan memberikan pengalaman baru bagi para peserta.
![]() |
Setelahnya, peserta kemah bergegas menuju ke tempat menginap rombongan keluarga yang berjarak sekitar 45 menit perjalanan untuk sekedar bersilaturahmi. Di tempat tersebut, para pemuda yang penuh semangat sejak hari pertama tersebut bahu-membahu untuk membantu menghabiskan makan siang yang telah disediakan oleh rombongan keluarga. Dan selanjutnya kegiatan diisi dengan melakukan permainan baseball dan ‘tak benteng’. Semua yang terlibat dalam permainan ini pun terlihat sangat menikmati aktivitas ini dan melupakan sejenak beban-beban pikiran mereka.
Sore harinya, rombongan kedua telah menyusul ke WD dan memulai aktivitas mereka dengan memancing, walaupun hanya sedikit sekali ikan-ikan kecil itu yang mau menampakkan diri dengan rela kepada orang-orang tersebut. Menjelang malam, kegiatan diisi dengan sharing pengalaman dan pujian sebagai kegiatan youth service yang biasanya diadakan di hari yang sama di Brisbane.
Di hari terakhir yang lembab akibat hujan semalaman, aktivitas diawali dengan membereskan tenda dan menghapus jejak-jejak yang telah ditinggalkan selama 2 hari terakhir. Kemudian, rombongan kemah menuju ke sisi lain dari WD untuk mengikuti kebaktian umum bersama dengan rombongan keluarga beserta beberapa kelompok muda-mudi yang baru tiba dari Brisbane di hari Minggu itu. Di akhir acara, seluruh jemaat GKB-Replique mengisi kegiatan dengan tetap penuh keceriaan, walau terdapat peserta yang mobilnya ‘ngambek’ dan tidak mau meninggalkan lokasi perkemahan. Kegiatan kemah selama 3 hari tersebut pada akhirnya ditutup sekitar pukul 3 sore dan seluruh rombongan kembali ke Brisbane.
Overall, kegiatan camping yang telah kita lakukan selama 3 hari tersebut pastilah memberikan kesan tersendiri bagi para peserta, dan tentunya kegiatan tersebut mampu memberikan semangat baru bagi masing-masing dari kita, serta lebih mempererat tali persahabatan diantara kita. So, bagi teman-teman lainnya yang belum sempat mengikuti kegiatan kemah ini, it’s recommended for you guys to join in our next activities that are surely able to make your life be blessed more and more.
Keep on rockin' guys!
*Check out the pictures here
Events








